Showing posts with label Maria. Show all posts
Showing posts with label Maria. Show all posts

Mengapa Tuhan Menghendaki Kita Berdoa Kepada Bunda Maria




Salib Post.  Kita berdoa kepada Bunda Maria karena ia adalah Bunda Allah dan doa-doanya sangatlah besar kuasanya (Yoh 2:1-11). Ketika kita berdoa Salam Maria, kita menggabungkan penyembahan kepada Tuhan dan penghormatan kepada Bunda Maria. Kita menyatukan doa-doa kita kepada Tuhan dengan doa-doa Bunda Maria kepada Tuhan. Kita tidak menyembah Bunda Maria, kita hanya menyembah Tuhan saja. Ketika kita berdoa kepada Bunda Maria, kita menghormatinya sebagai Bunda Allah dan sebagai Bunda Rohani kita (Why 12:17, Yoh 19:26,27). Saat kita amat membutuhkan pertolongan, kita tidak saja berdoa sendiri kepada Tuhan secara langsung, tetapi kita juga meminta orang lain berdoa bagi kita dan bersama kita. Ketika kita berdoa Rosario, kita didukung oleh Bunda Maria, Bunda Allah yang Kudus, yang berdoa kepada Tuhan bagi kita dan bersama kita. Tuhan menghendaki kita menghormati Bunda Maria karena perannya yang istimewa dalam karya keselamatan Allah. Tuhan menghendaki Bunda Maria ambil bagian dalam penebusan umat manusia, sama seperti Hawa ambil bagian dalam jatuhnya umat manusia ke dalam dosa. Sama seperti seorang Bapa dipenuhi sukacita karena cinta dan penghormatan yang diberikan orang kepada anak-anaknya, demikian juga Allah Bapa dipenuhi sukacita dan menghendaki kita menghormati puteri-Nya, Maria, Bunda PuteraNya, Yesus.

ISIS Menyerang, Air Mata Tercurah di Simbarwaringin

Lihatlah Videonya Disini
https://m.youtube.com/watch?v=HJqyOo0s1Sk

Kalobrasi Ave Maria dengan kumandang Adzan , umat Kristen dan muslim bersama-sama disatukan oleh lagu. 
Ini terjadi ketika berita tentang ISIS menyerang bahkan mengancam Paus, dan penyaliban umat Kristen di Irak dan di Suriah begitu menteror.
 Kalaupun di sini ada perbincangan tentang ISIS , bentuk perbincangan mengenai gerakan yg serba brutal dan menakutkan dari sebuah kelompok sipil militan bersenjata. Tetapi banyak juga solidaritas muslim yg membangun benteng pertahanan bagi umat Kristen.


Umat simbarwaringin yang melihat video inipun dibuat merinding , sungguh kali ini kamipun ingin menangis. Ternyata masih ada orang yang merangkul perbedaan dengan tujuan mulia.
Perbedaan itu memang bisa di jadikan saling melengkapi satu sama lain, salah satu yang kekurangan bisa dibantu oleh yang berkecukupan , biarlah adanya perbedaan itu dunia akan semakin indah, asalkan semua mau saling berkorban dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.


Lagu Ave Maria + Adzan yang dinyanyikan Tania Kassis dan Maien Zalkaria ini telah menyihir banyak bangsa ikut merasakan persatuan yang mengharukan.
Di video itu ada seorang laki-laki terlihat meneteskan air mata pada durasi ( menit ke 2;24-3.05).
Semoga ini menjadikan awal persaudaraan yang lebih kuat di antara umat beragama. Ternyata tidak cukup sekali melihat ataupun mendengar, merasakan nuansa religius didalamnya. Ada nuansa kehangatan , kedamaian , dan ketentraman yang mengharukan sehingga air mata kami yang sedang melihatnya tercurah. Sesuatu yang sungguh belum pernah terjadi disini, nyanyian rohani dan adzan berbarengan diperdengarkan pada waktu bersamaan. Keduanya saling melengkapi , menggenapi dan mengalir mengisi hati yang terluka.
Sungguh ini membuat kami-kami yang ada disini tidak dapat berkata-kata, hanya tetesan air mata yang menghiasi indahnya kalobrasi nyanyian malaikat ini, terharu dan sangat menyentuh sungguh indah saling mencintai didalam perbedaan .


Sungguh indah Tuhan menciptakan perbedaan , namun bukan saling menghancurkan tetapi saling melengkapi agar semua menjadi indah adanya, andai ada perdamaian itu selalu ada di antara umat manusia tanpa memandang perbedaan.
Mendengar Ave Maria saja air mata sudah mengalir, apalagi ditambah indahnya persatuan dengan Adzan , hati pun rasanya ingin menangis.
Suasana yang indah dan sejuk semoga bukan hanya di video saja tetapi tetap terus terjalin, semuanya semakin cinta damai menyadari indahnya kebersamaan ini.
Air mata tlah tertumpah di Simbarwaringin . Kasihnya telah meruntuhkan tembok-tembok pemisah. Biarlah seluruh ciptaanNYA menuju Dia.

.

.